:

Entri Populer

Selasa, 08 Maret 2011

PERSIPURA JAYAPURA

Persatuan Sepak bola Indonesia Jayapura (disingkat Persipura Jayapura) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di Jayapura, Papua. Prestasi tertingginya dalam kompetisi Liga Indonesia adalah menjuarai Liga Indonesia 2005 setelah di final mengalahkan Persija Jakarta, yang merupakan favorit terkuat juara, dengan skor 3-2. Di era Perserikatan, prestasi Persipura adalah runner-up Divisi Utama (1980) dan dua kali juara Divisi I (1979 dan 1993).
Daftar isi

* 1 Daftar Pemain
o 1.1 Liga Indonesia 2007
+ 1.1.1 Pemain Masuk 2007
+ 1.1.2 Pemain Keluar 2007
o 1.2 Liga Super 2008
+ 1.2.1 Pemain Masuk 2008
+ 1.2.2 Pemain Keluar 2008
o 1.3 Liga Super 2010/11
* 2 Pemain terkenal
* 3 Prestasi
* 4 Referensi
* 5 Pranala luar

Daftar Pemain
Liga Indonesia 2007

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No. Pos. Nama
Bendera Indonesia GK Jendri Pitoy
Bendera Indonesia GK Chelzius Hendambo
Bendera Indonesia GK Ferdiansyah
Bendera Indonesia DF Ricardo Salampessy
Bendera Indonesia DF David Laly
Bendera Kamerun DF Bio Paulin
Bendera Indonesia DF Jack Komboy
Bendera Indonesia DF Gerald Pangkali
Bendera Korea Selatan DF Kim Jong - Kyung
Bendera Kamerun DF Victor Igbonefo
Bendera Indonesia MF Ian Louis Kabes
Bendera Indonesia MF M. Bachtiar
Bendera Indonesia MF Imanuel Wanggai
Bendera Indonesia MF Eduard Ivakdalam Kapten

No. Pos. Nama
Bendera Brasil MF David da Rocha
Bendera Indonesia MF Paulo Rumere
Bendera Indonesia MF Heru Nerly
Bendera Indonesia MF Stevi Bonsapia
Bendera Indonesia MF Anton Mahuse
Bendera Indonesia FW Cornelis Kaimu
Bendera Brasil FW Alberto Goncalves
Bendera Nigeria FW Ernest Jeremiah
Bendera Indonesia FW Cornelis Kaimu
Bendera Indonesia FW Boaz Solossa
Pemain Masuk 2007

* Kurnia Ramadhan dari klub India
* Alberto Goncalves dari klub Brasil
* Bio Paulin dari Mitra Kukar
* M. Bachtiar dari Mitra Kukar

Pemain Keluar 2007

* Korinus Frinkeuw ke Sriwijaya FC
* Christian Warobay ke Sriwijaya FC

Liga Super 2008

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No. Pos. Nama
Bendera Indonesia GK Jendri Pitoy
Bendera Indonesia GK Ferdiansyah
Bendera Indonesia GK Yacob onzha Hai
Bendera Indonesia DF Ricardo Salampessy
Bendera Kamerun DF Bio Paulin
Bendera Indonesia DF Jack Komboy
Bendera Kamerun DF Anggi Prasetya
Bendera Indonesia DF Ortizan Solossa
Bendera Indonesia MF Ian Louis Kabes
Bendera Indonesia MF Imanuel Wanggai
Bendera Indonesia MF Eduard Ivakdalam

No. Pos. Nama
Bendera Brasil MF David da Rocha
Bendera Indonesia MF Paulo Rumere
Bendera Indonesia MF Heru Nerly
Bendera Indonesia MF Gerard Pangkali
Bendera Indonesia MF Stevi Bonsapia
Bendera Indonesia MF Anton Mahuse
Bendera Indonesia FW Cornelis Kaimu
Bendera Brasil FW Alberto Goncalves
Bendera Nigeria FW Ernest Jeremiah
Bendera Indonesia FW Cornelis Kaimu
Bendera Indonesia FW Boaz Solossa
Pemain Masuk 2008

* Ortizan Solossa dari Arema Malang
* Gerard Pangkali dari Persija
* Febrianto dari PSM Makassar

Pemain Keluar 2008

* M. Bachtiar ke Arema Malang[1]

Liga Super 2010/11

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No. Pos. Nama
1 GK Yoo Jae Hoon
20 GK Ferdiansyah
30 GK Eki Sabililah
4 DF Ricardo Salampessy
5 DF Stevans Raynold Hendambo
23 DF Hamka Hamzah
26 DF Ortizan Solossa
32 DF Victor Igbonefo
43 DF Marko Markus Kabiay
45 DF Paulin Pierre Bio
6 MF David Laly
7 MF Stevie Bonsapia

No. Pos. Nama
8 MF Kristian David Uron
10 MF Zah Rahan Karangar
11 MF Imanuel Wanggai
13 MF Ian Louis Kabes
15 MF Gerald Rudolf Pangkali
44 MF Yohanis Tjo-E
9 FW Rachmat Rivai
21 FW Yustinus Pae
25 FW Titus Jhon Londouw Bonai
33 FW Lukas Wellem Mandowen
86 FW Boaz Solossa Kapten
Pemain terkenal

* Eduard Ivakdalam
* Boaz Solossa
* Ronny Wabia
* Issac Fatari
* Tino Kapissa
* Yohanis Sauri
* Jendri Pitoy

Prestasi

* 1 Liga Super Indonesia - 2008
* 1 Divisi Utama Liga Indonesia - 2005
* 1 Community Shield Indonesia - 2009

Selasa, 22 Februari 2011

Gereja Protestan Maluku

Posted on Mei 11, 2010 by PPGI

6

gpm

ALAMAT
Jl. D.I.Panjaitan No.2
Ambon 97124 – Maluku
Telp.0911-352.248; 342.442,
Fax. 0911-343.360
Email: sinode@ambon-wasantara.net.id

Alamat Kantor Sinode

View Larger Map

STATISTIK

Denominasi gereja: Calvinis / Reformed
Jumlah wilayah pelayanan: 27 Klasis (Buru, Maluku Tengah, Maluku Tenggara, Maluku Tenggara Barat)
Jumlah jemaat: 725 jemaat
Jumlah anggota jemaat: 575.000 jiwa
Jumlah hamba Tuhan: 782 Pendeta

BADAN PENGURUS
Ketua Umum : Pdt. Dr.John Ruhulesin
Sekretaris Umum : Pdt. Victor Untailawan, MTh

TENTANG GEREJA
Gereja Protestan Maluku atau GPM adalah gereja Protestan yang melayani di wilayah Maluku (Pulau Buru, Seram, Ambon, Nusa laut, Banda, Kei, Dobo, Tanimbar hingga Wetar)
GPM bertumbuh dengan berbagai tantangan yang bukannya membuat umat Kristen di provinsi kepulauan ini mundur, tetapi semakin membuat semangat kekristenan mereka makin menyala-nyala. Tantangan-tantangan yang dihadapi mulai dari dibombardirnya wilayah Ambon pada perang dunia ke II oleh Jepang, yang menyebabkan separuh hamba Tuhan terbunuh dan penduduk di beberapa desa dibantai. Kemudian ketika pecahnya pemberontakan RMS di tahun 1950 berakibat pada hancurnya sebagian besar gereja di Ambon dan Seram. Kemudian yang terakhir ketika pecah kerusuhan antar warga Kristen – Islam yang sangat disayangkan adalah buah tangan orang-orang yang membenci kedamaian. Sehingga kembali lagi gereja dan bangunan-bangunan penting milik GPM ikut hancur, Fasilitas sekolah dan kampus Universitas Kristen hangus terbakar. Dua Klasis berhenti melayani dan ratusan warga yang ada di desa dan kota dibantai. Ribuan orang pun mengungsikan diri ke wilayah aman seperti Sulawesi Utara, Bali dan Papua. Akibatnya di Ambon dan beberapa tempat bekas kerusuhan muncul pembagian wilayah-wilayah Islam dan Kristen yang sebenarnya sangat disayangkan, serta muncul trauma-trauma negatif yang masih tertanam pada kedua pihak.

Kini GPM bekerja keras tidak hanya untuk membangun kembali gereja secara fisik tetapi juga secara mental dan spiritual. Dengan fokus membangun kehidupan masyarakat Kristen yang berlandaskan teologi hidup dan semangat “pela gandong” yang diharapkan dapat menyembuhkan luka-luka konflik dan kekerasan. Sehingga masyarakat Kristen di maluku khususnya warga GPM dapat kembali melanjutkan pelayanan dengan semangat penginjilan yang teguh dan tidak terkungkung dalam kebodohan duniawi dengan salah satu cara yakni; memberikan pelayanan Injil yang konprehensif di tengah masyarakat, seperti tampak dari keikutsertaan dalam mencerdaskan anak-anak bangsa melalui penyelengaraan pendidikan.

SEJARAH GEREJA

1605
27 Februari
GPM berawal dari ibadah perdana Gereja Protestan Calvanis dari orang-orang Belanda, pegawai VOC, di Ambon.

1621
Terbentuklah Majelis Jemaat Indische Kerk pertama di Indonesia dengan berkedudukan di Batavia (Jakarta),

1622
Majelis Jemaat Indische Kerk dibentuk pula di Banda, yang berdampak, aktifitas penginjilan si wilayah Maluku pun mulai kian marak dan intens dilakukan, khususnya melalui peran Pendeta Hulsebos, yang telah berupaya membuat pelayanan ke Ambon, namun kapalnya tenggelam di teluk Ambon, beliaupun meninggal, dan misinya dilanjutkan oleh Pendeta Rosskot (yang selanjutnya pula berperan dalam menyelenggarakan Pendidikan Teologi pertama di Ambon, Maluku maupun Indonesia).

1799
Setelah VOC dibubarkan, maka ada sejumlah jemaat di Indonesia yang terlantar, termasuk beberapa jemaat di Ambon.

1821
NZG (Nederlands Zending Genootschap) mengutus Josep Kam ke Maluku.

1871
Josep Kam mendata jemaat-jemaat di Ambon

1930,
Gereja terus berkembang di masa pemerintahan Hindia Belanda yang dilayani oleh Gereja Protestan di Indonesia (GPI) dan Nederlandse Zendeling Genotschaap (NZG) dan daerah pelayanannya telah meliputi hampir seluruh Maluku.

1935
6 September
GPM berdiri sebagai gereja yang mandiri dalam bidang konfesi, liturgi, keuangan, dan

1950
RMS membakar kota Ambon dan wilayah Pulau Seram yang mengakibatkan banyaknya gedung gereja ikut terbakar.

1999-2003
Kerusuhan antara warga Islam dan Kristen yang terprofokasi, sehingga mengakibatkan belasan gereja terbakar.

abbalove

Gereja Yesus Kristus Tuhan (Abbalove)

Posted on Mei 11, 2010 by PPGI

0

GYKT

Alamat
Pondok Persaudaraan, Speed Plaza Blok A,
Jalan Gunung Sahari XI
JAKARTA 10720
Telp. (021) 6018403 / 6018408
email : contact@abbalove.or.id
Situs. www.abbalove.org

Sejarah Singkat :
Pelayanan Abbalove Ministries berawal dari sebuah persekutuan kecil yang dipimpin oleh Sofjan Sutedja, pada sekitar awal tahun 1980. Kemudian Samiton Pangellah dan Eddy Leo bergabung bersama di dalam persekutuan tersebut.

Dari pelayanan yang kecil ini, lahir pelayanan lainnya, seperti perpustakaan, vocal group, dan kelompok tumbuh bersama. Pelayanan misi mulai dilakukan ke Tangerang, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Palembang dan Medan. Kepemimpinan mulai terbentuk ketika mereka mempelajarinya dari kepemimpinan gereja-gereja lain. Pada tahun 1983, lewat seminar Jeff Hammond, seorang hamba Tuhan asal Australia, Samiton mendapatkan pengertian tentang visi kesatuan tubuh Kristus, gereja sekota dan kepenatuaan majemuk.

Pada tahun 1986, tiga serangkai yakni Sofjan Sutedja, Samiton Pangellah dan Eddy Leo ditetapkan sebagai pemimpin di jemaat ini. Selama tujuh tahun berikutnya terjadi pertumbuhan jemaat di dalam berbagai hal seperti pengajaran, nilai kejemaatan, kepemimpinan, struktur dan infrastruktur pelayanan dan pekerjaan misi.

Pada tahun 1988, jemaat ini mulai menggunakan gedung di kompleks Speed Plaza sebagai tempat ibadah dan sentra pelayanan. Jemaat ini kemudian didaftarkan pada Departemen Agama dengan nama Gereja Yesus Kristus Tuhan dan Yayasan Pelayanan Bersama Indonesia.

Gereja Yesus Kristus Tuhan mempunyai pilar-pilar pelayanan berupa pembinaan dan pemuridan yang berkesinambungan, kehidupan berjemaat, pemulihan hati Bapa, pengaktivasian karunia-karunia Roh Kudus, pelayanan lima jawatan, karunia-karunia motivasi, peperangan rohani, dan pujian penyembahan. Selain itu ada pelayanan-pelayanan yang bersifat umum seperti penggembalaan, misi, dan pelayanan kelompok usia, mulai dari anak, pelajar, mahasiswa, karyawan hingga keluarga.

* Tahun 1990, Samiton Pangellah beserta keluarga diutus selama 2 tahun untuk membantu membangun jemaat di Yogyakarta yaitu Gereja Kristen Kemah Daud.

Hubungan yang kuat juga terwujud dengan gereja GBI Ujung Pandang & GKKD Bogor. Inilah cikal bakal lahirnya jarigan gereja Integrated Global Mission Network IGMN.

* Pada tahun 1994-1996, Penatua Jemaat Sofjan Sutedja beserta keluarga diutus ke Toraja dan membangun Gereja Bethel Indonesia di Toraja.

* Pada tahun 1997, Jeff Hammond bergabung dengan jemaat ini dan diteguhkan menjadi salah satu penatua jemaat.

Dikembangkan pula pelayanan 5 jawatan seperti departemen apostolik (pengutusan & hubungan antar-gereja), profetik (kenabian, doa & penyembahan), penginjilan (pemberitaan kabar baik), penggembalaan (kehidupan rohaniah & jasmaniah), dan edukasi (pembinaan iman & teologia).
Beberapa yayasan dibentuk untuk mengakomodasi dan mengakselerasi kegerakan, seperti penerbit dan toko buku Metanoia, Mainstream School of Arts, Sekolah Tunas Bangsa, Sekolah Tinggi Teologi LETS dan juga pelayanan masyarakat lewat Yayasan Bina Mandiri

* Untuk menyongsong milenium baru, maka menjelang akhir milenium lalu, para penatua memperkenalkan suatu identitas baru bagi jemaat ini, yaitu Abbalove Ministries, dengan logo baru berupa telapak tangan Yesus yang meneteskan darah sedang menjamah hati orang berdosa yang semerah kirmizi dan memperbaruinya menjadi seputih salju.

Pelayanan
Pelayanan di Abbalove Ministries dapat dibagi menjadi 3 bagian:

Pelayanan Gereja Lokal
Pelayanan ini lebih berfokus kepada pertumbuhan dan pengembangan jemaat. Dengan ketiga pilar (Komunitas Sel, Sekolah Saya Pengikut Kristus dan Ibadah Raya), jemaat membangun kesaksian Kerajaan Allah di setiap area sehingga terbentuk gereja lokal menurut pola Perjanjian Baru di setiap gereja (gereja sekota).

Pelayanan Gerakan Berkati
Pelayanan ini berkaitan dengan bagaimana menjadi berkat setelah suatu gereja/jemaat diberkati Tuhan: diberkati untuk memberkati. Jemaat ini melakukan tiga gerakan untuk memberkati:

1. Gerakan Berkati Keluarga dan Generasi: Gerakan membangun keluarga dan menyiapkan generasi baru sebagai kesaksian Kasih Bapa.
2. Gerakan Berkati Tubuh Kristus: Gerakan memberkati Tubuh Kristus sebagai Rumah Bapa.
3. Gerakan Berkati Kota dan Suku Bangsa: Gerakan menyejahterakan masyarakat dan menjangkau bangsa-bangsa sebagai pusaka Bapa.

Pelayanan Kemitraan
Pelayanan ini bertujuan mengakomodasi dan mengakselerasi setiap kegerakan. Melalui kemitraan, pelayanan ini dapat menjangkau bidang-bidang yang lebih luas, seperti dunia kerja (market place), hiburan (entertainment), media, musik, dan pendidikan.

(sumber: wikipedia.org)

Minggu, 20 Februari 2011

kekristenan

Agama Kristen adalah sebuah kepercayaan yang berdasar pada ajaran, hidup, sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus atau Isa Almasih. Agama ini meyakini Yesus Kristus adalah Tuhan dan Mesias, juru selamat bagi seluruh umat manusia, yang menebus manusia dari dosa. Mereka beribadah di gereja dan Kitab Suci mereka adalah Alkitab. Murid-murid Yesus Kristus pertama kali dipanggil Kristen di Antiokia (Kisah Para Rasul 11:26).
Agama Kristen termasuk salah satu dari agama Abrahamik yang berdasarkan hidup, ajaran, kematian dengan penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan Yesus dari Nazaret ke surga, sebagaimana dijelaskan dalam Perjanjian Baru, umat Kristen meyakini bahwa Yesus adalah Mesias yang dinubuatkan dalam dari Perjanjian Lama (atau Kitab suci Yahudi). Kekristenan adalah monoteisme, yang percaya akan tiga pribadi (secara teknis dalam bahasa Yunani hypostasis) Tuhan atau Tritunggal. Tritunggal dipertegas pertama kali pada Konsili Nicea Pertama (325) yang dihimpun oleh Kaisar Romawi Konstantin I.
Kata Kristen sendiri memiliki arti "pengikut Kristus atau "pengikut Yesus".
Pemeluk agama Kristen mengimani bahwa Yesus Kristus atau Isa Almasih adalah Tuhan dan Juru Selamat, dan memegang ajaran yang disampaikan Yesus Kristus. Dalam kepercayaan Kristen, Yesus Kristus adalah pendiri jemaat (gereja) dan kepemimpinan gereja yang abadi (Injil Matius 18: 18-19)
Umat Kristen juga percaya bahwa Yesus Kristus akan datang pada kedua kalinya sebagai Raja dan Hakim akan dunia ini. Sebagaimana agama Yahudi, mereka menjunjung ajaran moral yang tertulis dalam Sepuluh Perintah Tuhan.
Murid-murid Yesus Kristus untuk pertama kalinya disebut Kristen ketika mereka berkumpul di Antiokia (Kisah Para Rasul 11: 26c).
Sepeninggal Yesus, kepemimpinan orang Kristen diteruskan berdasarkan penunjukan Petrus oleh Yesus. Setelah Petrus meninggal kepemimpinan dilanjutkan oleh para uskup yang dipimpin oleh uskup Roma. Pengakuan iman mereka menyebutkan kepercayaan akan Allah Tritunggal yang Mahakudus, yakni Bapa, Anak (Yesus Kristus), Roh kudus, Gereja yang satu, kudus, katolik, apostolik; pengampunan dosa, kebangkitan badan, kehidupan kekal.
Setelah itu, Gereja Kristen mengalami dua kali perpecahan yang besar: yang pertama terjadi pada tahun 1054 antara Gereja Barat yang berpusat di Roma (Gereja Katolik Roma) dengan Gereja Timur (Gereja Ortodoks Timur) yang berpusat di Konstantinopel (sekarang Turki). Yang kedua terjadi antara Gereja Katolik dengan Gereja Protestan pada tahun 1517 ketika Martin Luther memprotes ajaran Gereja yang dianggapnya telah menyimpang dari kebenaran.
Banyak denominasi Gereja kini menyadari bahwa perpecahan itu justru menyimpang dari pesan Yesus yang mendoakan kesatuan di antara para pengikutnya (lihat Injil Yohanes 17:20-21, "Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.") Doa ini kemudian menjadi dasar dari gerakan ekumenisme yang dimulai pada awal abad ke-20.

Daftar isi

[sembunyikan]

Sejarah

Agama Kristen bermula dari pengajaran Yesus Kristus sebagai tokoh utama agama ini. Yesus lahir di kota Betlehem yang terletak di Palestina sekitar tahun 4-8 SM, pada masa kekuasaan raja Herodes. Yesus lahir dari rahim seorang wanita perawan, Maria, yang dikandung oleh Roh Kudus. Sejak usia tiga puluh tahun, selama tiga tahun Yesus berkhotbah dan berbuat mukjizat pada banyak orang, bersama keduabelas rasulnya. Yesus yang semakin populer dibenci oleh orang-orang Farisi, yang kemudian berkomplot untuk menyalibkan Yesus. Yesus wafat di salib pada usia 33 tahun dan bangkit dari kubur pada hari yang ketiga setelah kematiannya. Setelah kebangkitannya, Yesus masih tinggal di dunia sekitar empat puluh hari lamanya, sebelum kemudian naik ke surga.
Setelah naiknya Yesus Kristus ke surga, rasul-rasul mulai menyebarkan ajaran Yesus ke mana-mana, dan sebagai hasilnya, jemaat pertama Kristen, sejumlah sekitar tiga ribu orang, dibaptis. Namun, pada masa-masa awal berdirinya, agama Kristen cenderung dianggap sebagai ancaman hingga terus-menerus dikejar dan dianiaya oleh pemerintah Romawi saat itu. Banyak bapa Gereja yang menjadi korban kekejaman kekaisaran Romawi dengan menjadi martir, yaitu rela disiksa maupun dihukum mati demi mempertahankan imannya, salah satu contohnya adalah Ignatius dari Antiokia yang dihukum mati dengan dijadikan makanan singa.
Saat itu, kepercayaan yang berkembang di Romawi adalah paganisme, di mana terdapat konsep ‘balas jasa langsung’. Namun dengan gencarnya para rasul menyebarkan ajaran Kristen, perlahan agama ini mulai berkembang jumlahnya, sehingga pemerintah Romawi semakin terancam oleh keberadaan agama Kristen. Romawi pun berusaha menekan, dan bahkan melarang agama Kristen, karena umat Kristen saat itu tidak mau menyembah Kaisar, dan hal ini menyulitkan kekuasaan Romawi. Selain itu, paganisme dan ramalan-ramalan yang sejak zaman Republik sudah dipakai sebagai alat-alat propaganda dan pembenaran segala tingkah laku penguasa atau alasan kegagalan penguasa, sudah tidak efektif lagi dengan keberadaan agama Kristen. Maka, di masa-masa ini, banyak umat Kristen yang dibunuh sebagai usaha pemerintah Romawi untuk menumpas agama Kristen. Penyebar utama agama Kristen pada masa itu adalah Rasul Paulus, yang paling gencar menyebarkan ajaran Kristen ke berbagai pelosok dunia.
Pada masa inilah, datang masa-masa kegelapan (192-284), mulai dari Kaisar Commodus hingga Kaisar Diocletian. Pada masa inilah orang-orang masa itu kehilangan kepercayaan terhadap konsep balas jasa langsung yang dianut di Paganisme, sehingga agama Kristen pun semakin diminati. Hingga akhirnya pada tahun 313, Kaisar Konstantinus melegalkan agama Kristen dan bahkan minta untuk dipermandikan, dan 80 tahun setelahnya, Kaisar Theodosius melarang segala bentuk paganisme dan menetapkan agama Kristen sebagai agama negara.
Sebagai agama resmi negara Kekristenan menyebar dengan sangat cepat. Namun Gereja juga mulai terpecah-pecah dengan munculnya berbagai aliran (bidaah). Salah satu upaya untuk menekan bidaah adalah dengan diadakannya Konsili Nicea yang pertama pada tahun 325 M. Konsili Nicea mencetuskan pengakuan iman umat Kristen keseluruhan pertama kali, sebagai tanda persatuan Kristen universal yang dibedakan dari umat-umat Kristen yang bidaah. Salah satu contohnya adalah bidaah Arianisme, yang merupakan salah satu krisis bidaah terbesar saat itu yang menjadi alasan utama diadakannya Konsili Nicea yang pertama.
Ketika Kerajaan Romawi runtuh dan tercerai-berai, Gereja Kristen tetap bertahan. Pada abad ke-11 terjadilah Perang Salib, di mana kekejaman prajurit perang salib menjadi sejarah kelam Kristen yang hingga kini masih banyak disesali. Perang Salib adalah perang agama antara Kristen dan Islam. Dicetuskan pertama kali oleh Paus Urbanus II, Perang Salib I bertujuan merebut kembali kota suci Yerusalem dari kekuasaan Islam, yang merupakan tempat penting umat Kristen sebagai tujuan ziarah saat itu.
Sementara itu, bagian timur dari Kerajaan Romawi, bertahan sebagai Gereja yang disebut Yunani atau Ortodoks, yang mewartakan kabar gembira di Rusia dan memisahkan diri dari belahan barat yang berada di bawah pimpinan Gereja Roma. Pemisahan ini terjadi pada tahun 1054.
Sementara itu, pada tahun 1460 penemuan percetakan oleh Gutenberg membuat Kitab Suci terjangkau bagi semua orang. Sebelumnya, Kitab Suci dibatasi oleh Gereja kepada umat dengan tujuan untuk menekan bidaah yang merupakan salah satu krisis besar dalam tubuh Gereja saat itu. Kitab Suci hanya dibacakan di Gereja dan menjadi sumber kotbah.
Saat itu, banyak pihak-pihak tidak bertanggungjawab memanfaatkan kedudukan di dalam Gereja Barat (Katolik) sebagai sumber kekuasaan, sehingga secara tidak langsung mencoreng nama baik Gereja. Pejabat-pejabat tinggi di dalam Gereja semakin terpengaruh untuk mementingkan kepentingan duniawi sehingga semakin menyeleweng dari ajaran dasar Gereja Katolik. Banyak oknum yang menduduki posisi penting di dalam Gereja menggunakan kekuasaannya secara semena-mena sehingga merugikan banyak umat saat itu. Hal ini membuat banyak umat Kristen kecewa dan memprotes serta menuntut pembaharuan. Banyak umat yang berpikir bahwa salah satu cara mendatangkan pembaharuan di dalam Gereja ialah dengan memberikan Kitab Suci kepada semua orang.
Puncak dari penyalahgunaan ajaran Gereja diawali dengan jual beli surat indulgensia. Praktik ini sendiri sesungguhnya bertentangan dengan ajaran iman Gereja Katolik. Martin Luther, seorang rahib, memutuskan untuk melakukan pembaharuan dengan melakukan pemberontakan terhadap Gereja Katolik dan membangun gereja tandingan baru. Sedangkan Ignatius Loyola, pendiri ordo Jesuit dalam Gereja Katolik, berusaha melakukan pembaharuan dari dalam, salah satunya adalah dengan memberikan pendidikan teologi Kristen yang ketat kepada para klerus, terutama dalam kepatuhan penuh pada otoritas dan ajaran Gereja, agar praktek korup dalam Gereja berkurang dan tidak menjadi-jadi. Konsili Trente merupakan konsili yang diadakan sebagai reaksi dari reformasi Martin Luther, di mana reformasi Martin Luther dianggap oleh Gereja Katolik sebagai tindakan yang memperparah kondisi kekristenan. Dalam Konsili Trente-lah ajaran iman Gereja Katolik dipertegas (termasuk kanonisasi terakhir Alkitab Katolik) demi menekan dan mengurangi berbagai macam penyalahgunaan yang sewenang-wenang dalam tubuh Gereja.
Ketika Martin Luther menerjemahkan Kitab Suci menjadi bahasa Jerman, pengikut-pengikutnya mulai memiliki pandangan yang berbeda-beda akan Kitab Suci tersebut, lalu terjadilah pertentangan penafsiran antara umat satu dengan yang lain, salah satu kasusnya adalah pertentangan antara denominasi protestan reformed-nya Zwingli dan denominasi anabaptis, reformed-nya Calvinis dengan Arminian, dan masih banyak lagi. Inilah yang membuat agama Kristen Protestan sekarang banyak terbagi-bagi lagi menjadi denominasi-denominasi lagi.

Cabang-cabang utama

Agama Kristen termasuk banyak tradisi agama yang bervariasi berdasarkan budaya, dan juga kepercayaan dan aliran yang jumlahnya ribuan. Selama dua milenium, Kekristenan telah berkembang menjadi tiga cabang utama:
Selain itu ada pula berbagai gerakan baru seperti Bala Keselamatan, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Mormon, Saksi-Saksi Yehuwa, serta berbagai aliran yang muncul pada akhir abad ke-19 maupun abad ke-20, dll.

Manusia Pertama ada di Indonesia –Catatan dari ‘Eden In The East, The Drowned Continent’ karya Stephen Oppenheimer



Para ahli sejarah umumnya berpendapat bahwa Asia Tenggara adalah kawasan ‘pinggir’ dalam sejarah peradaban manusia. Dengan kata lain, peradaban Asia Tenggara bisa maju dan berkembang karena imbas-imbas migrasi, perdagangan, dan efek-efek yang disebabkan peradaban lain yang digolongkan lebih maju seperti Cina, India, Mesir, dan lainnya. Buku Eden In The East yang ditulis Oppenheimer seolah mencoba menjungkirbalikkan pendapat meinstream tersebut.

Oppenheimer mengemukakan pendapat bahwa justru peradaban-peradaban maju di dunia merupakan buah karya manusia yang pada mulanya menghuni kawasan yang kini menjadi Indonesia. Oppenheimer tidak main-main dalam mengemukakan pendapat ini. Hipotesisnya disandarkan kepada sejumlah kajian geologi, genetik, linguistik, etnografi, serta arkeologi.

Gagasan diaspora manusia dari kawasan Asia Tenggara dicoba untuk direkonstruksi dari peristiwa di akhir zaman es (Last Glacial Maximum) pada sekitar 20.000 tahun yang lalu. Pada saat itu, permukaan laut berada pada ketinggian 150 meter di bawah permukaan laut di zaman sekarang. Kepulauan Indonesia bagian barat, masih menyatu dengan benua Asia sebagai sebuah kawasan daratan maha luas yang disebut Paparan Sunda.

Ketika perlahan-lahan suhu bumi memanas, es di kedua kutub bumi mencair dan menyebabkan naiknya permukaan air laut, sehingga timbul banjir besar. Penelitian oseanografi menunjukan bahwa di Bumi ini pernah tiga kali terjadi banjir besar pada 14.000, 11.000, dan 8.000 tahun yang lalu. Banjir yang terakhir adalah peristiwa yang menyebabkan kenaikan permukaan air laut hingga setinggi 8-11 meter dari tinggi permukaan asalnya. Banjir tersebut mengakibatkan tenggelamnya sebagian besar kawasan Paparan Sunda hingga terpisah-pisah menjadi pulau-pulau yang kini kita kenal sebagai Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali.

Oppenheimer mengemukakan bahwa saat itu, kawasan Paparan Sunda telah dihuni oleh manusia dalam jumlah besar. Karena itulah, menurutnya, hampir semua kebudayaan dunia memiliki tradisi yang mengisahkan cerita banjir besar yang menenggelamkan sebuah daratan. Kisah-kisah semacam banjir Nabi Nuh as, olehnya dianggap sebagai salah satu bentuk transfer informasi antar generasi manusia tentang peristiwa mahadahsyat tersebut.

Menurut Oppenheimer, setelah terjadinya banjir besar tersebut, menusia mulai menyebar ke belahan bumi lainnya. Oppenheimer menyatakan bahwa hipotesisnya ini disokong oleh rekonstruksi persebaran linguistik terbaru yang dikemukakan Johanna Nichols. Nichols memang mencoba mendekonstruksi persebaran bahasa Austronesia. Sebelumnya, Robert Blust (linguis) dan Peter Bellwood (arkeolog) menyatakan bahwa persebaran bahasa-bahasa Austronesi a berasal dari daratan Asia ke Formosa (Taiwan) dan Cina Selatan (Yunnan) sebelum sampai ke Filipina, Indonesia, kepulauan Pasifik dan Madagaskar. Nichols menyatakan konstruksi yang terbalik di mana bahasa-bahasa Austronesia menyebar dari Indonesia-Malaysia ke kawasan-kawasan lainnya dan menjadi induk dari bahasa-bahasa dunia lainnya.

Oppenheimer berkeyakinan bahwa penduduk Malaysia, Sumatera, Jawa, dan Kalimantan dewasa ini adalah keturunan dari para penghuni Paparan Sunda yang tidak hijrah setelah tenggeamnya sebagian kawasan tersebut. Dengan kata lain, ia hendak mengemukakan bahwa persebaran manusia di dunia berasal dari kawasan ini.

Pendapatnya ia perkuat dengan mengemukakan analisa tentang adanya kesamaan benda-benda neolitik di Sumeria dan Asia Tenggara yang diketahui berusia 7.500 tahun. Kemudian ciri fisik pada patung-patung peninggalan zaman Sumeria yang memiliki tipikal wajah lebar (brachycepalis) ala oriental juga memperkuat hipotesis tersebut.

Oppenhimer juga yakin bahwa tokoh dalam kisah Gilgamesh yang dikisahkan sebagai satu-satunya tokoh yang selamat dari banjir besar adalah karakter yang sama dengan Nabi Nuh   dalam kitab Bible dan Qur’an yang tak lain adalah karakter yang berhasil menyelamatkan diri dari banjir besar yang menenggelamkan paparan Sunda. Legenda Babilonia tua mengisahkan pula kedatangan tujuh cendekiawan dari timur yang membawa keterampilan dan pengtahuan baru. Kisah yang sama terdapat pula di dalam India kuno di Hindukush. Varian legenda semacam ini pun ternyata tersebar di kepulauan Nusantara dan Pasifik.

Oppenheimer lebih lanjut mengemukakan bahwa kisah yang serupa dengan kisah penciptaan Adam dan Hawa serta pertikaian Kain dan Abel  ternyata dapat ditemukan di kawasan Asia Timur dan Kepulauan Pasifik. Misalnya orang Maori di Selandia Baru, menyebut perempuan pertama dengan nama ‘Eeve’. Kemudian di Papua Nugini, kisah yang serupa dengan Kain dan Abel ada dalam wujud Kullabop dan Manip. Tradisi-tradisi di kawasan ini juga mengemukakan bahwa manusia pertama di buat dari tanah lempung yang berwarna merah.

Atas dasar berbagai hipotesis tersebut pula, Oppenheimer meyakini bahwa Taman Eden yang disebut-sebut dalam Bible ada di Paparan Sunda. Berbicara tentang Hipotesis Oppenheimer ini, saya juga jadi teringat salah satu ayat dalam Kitab Genesis yang dengan jelasmenyebut bahwa Eden ada di Timur. Mungkinkah Taman Eden memang berlokasi di Indonesia? Dan Manusia Pertama pun ditempatkan Tuhan di Indonesia?

Kamis, 17 Februari 2011

PGI

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia - PGI (dulu disebut Dewan Gereja-gereja di Indonesia - DGI) didirikan pada 25 Mei 1950 di Jakarta sebagai perwujudan dari kerinduan umat Kristen di Indonesia untuk mempersatukan kembali Gereja sebagai Tubuh Kristus yang terpecah-pecah. Karena itu, PGI menyatakan bahwa tujuan pembentukannya adalah "mewujudkan Gereja Kristen Yang Esa di Indonesia."

Daftar isi

 

  Sejarah

Pada tanggal 6-13 November 1949 diadakan "Konferensi Persiapan Dewan Gereja-gereja di Indonesia". Sebelum Perang Dunia II telah diupayakan mendirikan suatu Dewan yang membawahi pekerjaan dan Zending; namun karena pecahnya Perang Dunia II maksud tersebut diundur. Setelah Perang Dunia II berdirilah tiga buah Dewan Daerah, yaitu "Dewan Permusjawaratan Geredja-geredja di Indonesia", berpusat di Yogyakarta (Mei 1946); "Madjelis Oesaha Bersama Geredja-geredja di Indonesia bagian Timur", berpusat di Makassar (Maret 1947) dan "Madjelis Geredja-geredja bagian Soematera" (awal tahun 1949), di Medan. Ketiga dewan daerah ini didirikan dengan maksud membentuk satu Dewan Gereja-gereja di Indonesia, yang melingkupi ketiga dewan tersebut. [1]
Pada tanggal 21-28 Mei 1950 diadakan Konferensi Pembentukan Dewan Gereja-gereja di Indonesia, bertempat di Sekolah Theologia Tinggi (sekarang STT Jakarta). Yang hadir dalam konferensi tersebut adalah:
  1. HKBP
  2. Gereja Batak Karo Protestan
  3. Geredja Methodis Sumatera
  4. Banua Niha Keriso Protestan
  5. Huria Kristen Indonesia
  6. Geredja Dajak Evangelis
  7. Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat
  8. Gereja Protestan Indonesia
  9. Geredja-geredja Gereformeerd
  10. Geredja Pasundan
  11. Patunggilan Pasamuan Kristen sekitar Muria
  12. Geredja Kristen Djawa Tengah
  13. Geredja Kristen Djawa Tengah Utara
  14. Tionghoa Kie Tok Kauw Hwee/Khoe Hwee Djawa Barat
  15. Gereja Kristus
  16. Djakarta Chi Hui
  17. Geredja Kristen Tionghoa Djawa Tengah
  18. Tionghoa Kie Tok Kauw Hwee /Khoe Hwee Djawa Timur
  19. Geredja Kristen Protestan Bali
  20. Geredja Kristen Sumba
  21. Geredja Kristen Maluku.

Salah satu agenda dalam konferensi tersebut adalah pembahasan tentang Anggaran Dasar DGI. Pada tanggal 25 Mei, Anggaran Dasar DGI disetujui oleh peserta konferensi dan tanggal tersebut ditetapkan sebagai tanggal berdirinya Dewan Gereja-gereja di Indonesia (DGI) dalam sebuah "Manifes Pembentoekan DGI":
"Kami anggota-anggota Konferensi Pembentoekan Dewan Geredja-geredja di Indonesia, mengoemoemkan dengan ini, bahwa sekarang Dewan Geredja-geredja di Indonesia telah diperdirikan, sebagai tempat permoesjawaratan dan oesaha bersama dari Geredja-geredja di Indonesia, seperti termaktoeb dalam Anggaran Dasar Dewan Geredja-geredja di Indonesia, jang soedah ditetapkan oleh Sidang pada 25 Mei 1950.
Kami pertjaja, bahwa Dewan Geredja-Geredja di Indonesia adalah karoenia Allah bagi kami di Indonesia sebagai soeatoe tanda keesaan Kristen jang benar menoedjoe pada pembentoekan satoe Geredja di Indonesia menoeroet amanat Jesoes Kristoes, Toehan dan Kepala Geredja, kepada oematNja, oentoek kemoeliaan nama Toehan dalam doenia ini."
Dalam perjalanan sejarahnya, pada Sidang Raya X di Ambon tahun 1984, nama Dewan Gereja-gereja di Indonesia diubah menjadi Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia. Pergantian nama itu mengandung perubahan makna. Persekutuan adalah bahasa/istilah Alkitab, yang menyentuh segi eksistensial, internal dan spiritual dari kebersamaan umat Kristiani. Kata "persekutuan" ini lebih mengedepankan keterikatan lahir dan batin antar gereja anggota.

  Majelis Pekerja Harian

Kegiatan sehari-hari PGI ditangani oleh "Majelis Pekerja Harian" yang terdiri atas Ketua Umum, beberapa ketua, Sekretaris Umum, Wakil Sekretaris Umum, Bendahara, dan Wakil Bendahara, serta sejumlah anggota.
Jabatan Ketua Umum PGI untuk periode 2004-2009 dipegang oleh Pdt. Dr. A.A. Yewangoe dari Gereja Kristen Sumba, sementara jabatan Sekretaris Umum dipegang oleh Pdt. Dr. Richard M. Daulay (Gereja Methodist Indonesia)
Dan pada Jabatan Ketua Umum PGI untuk periode 2009-2014 dipegang kembali oleh Pdt. Dr. A.A. Yewangoe dari Gereja Kristen Sumba, sementara jabatan Sekretaris Umum dipegang oleh Pdt. Dr. Gomar Gultom, M.Th dari Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)
Dalam menjalankan roda organisasinya, MPH PGI dibantu oleh sejumlah Departemen dan Bidang, yaitu Departemen Perempuan & Anak, Departemen Pemuda & Remaja, Bidang Koinonia, Bidang Marturia, dan Bidang Diakonia. Selain itu ada pula Biro Komunikasi, Penelitian dan Pengembangan.

  Keanggotaan

PGI mempunyai dua jenis anggota, yaitu Sinode-sinode Gereja dan PGI Wilayah

 Sinode Gereja-gereja Anggota PGI

Saat ini terdapat 88 sinode gereja (yang terus bertambah) di bawah PGI, yang berkembang dari 26[2][3]
  1. Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)
  2. Banua Niha Keriso Protestan (BNKP)
  3. Gereja Batak Karo Protestan (GBKP)
  4. Gereja Methodist Indonesia (GMI)
  5. Gereja Kalimantan Evangelis (GKE)
  6. Gereja Masehi Injili di Sangihe Talaud (GMIST)
  7. Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM)
  8. Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow (GMIBM)
  9. Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST)
  10. Gereja Toraja
  11. Gereja Toraja Mamasa
  12. Gereja Kristen Sulawesi Selatan (GKSS)
  13. Gereja Protestan di Sulawesi Tenggara (GEPSULTRA)
  14. Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH)
  15. Gereja Protestan Maluku (GPM)
  16. GKI di Tanah Papua
  17. Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT)
  18. Gereja Kristen Sumba (GKS)
  19. Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB)
  20. Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW)
  21. Gereja Kristen Indonesia
  22. Gereja Kristen Jawa (GKJ)
  23. Gereja Kristen Pasundan (GKP)
  24. Gereja Kristus
  25. Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB)
  26. Gereja Protestan di Indonesia (GPI)
  27. Gereja Isa Almasih (GIA)
  28. Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI)
  29. Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS)
  30. Gereja Kristen Pemancar Injil (GKPI)
  31. Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS)
  32. Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS)
  33. Huria Kristen Indonesia (HKI)
  34. Gereja Kristen Luwuk Banggai (GKLB)
  35. Gereja Kristus Tuhan (GKT)
  36. Gereja Protestan Indonesia Donggala (GPID)
  37. Gereja Punguan Kristen Batak (GPKB)
  38. Gereja Protestan Indonesia Gorontalo (GPIG)
  39. Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJTU)
  40. Gereja Kristen Kalimantan Barat (GKKB)
  41. Gereja Gerakan Pantekosta (GGP)
  42. Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI)
  43. Gereja Protestan Indonesia di Buol Toli-toli (GPIBT)
  44. Gereja Kristen Protestan Mentawai (GKPM)
  45. Gereja Kristen Indonesia Sumut
  46. Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA)
  47. Gereja Protestan Minahasa (KGPM)
  48. Gereja Mission Batak (GMB)
  49. Gereja Angowuloa Masehi Indonesia Nias (Gereja AMIN)
  50. Gereja Kristen Anugerah (GKA)
  51. Gereja Protestan Indonesia Luwu (GPIL)
  52. Gereja Kebangunan Kalam Allah (GKKA)
  53. Gereja Kristen Kalam Kudus (GKKK)
  54. Orahua Niha Keriso Protestan (ONKP)
  55. Gereja Sumatera Bagian Selatan (GKSBS)
  56. Gereja Protestan Kalimantan Barat (GPKB Pontianak)
  57. Igreja Protestante iha Tmor Lorosa'e
  58. Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia (GBI)
  59. Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII)
  60. Gereja Masehi Injili Indonesia (GEMINDO)
  61. Gereja Kristen Injili di Indonesia (GEKISIA)
  62. Gereja Kristen Luther Indonesia (GKLI)
  63. Gereja Protestan Persekutuan (GPP)
  64. Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI)
  65. Gereja Tuhan di Indonesia (GTdI)
  66. Gereja Kristen Indonesia di Sulawesi Selatan (GKI-SULSEL)
  67. Gereja Kristen Perjanjian Baru
  68. Gereja Angowuloa Fa Awosa Kho Yesus (AFY)
  69. Gereja Rehoboth
  70. Gereja Protestan Indonesia di Papua
  71. Gereja Kristen Protestan Pak Pak Dairi (GKPPD)
  72. Gereja Keesaan Injili Indonesia (GEKINDO)
  73. Gereja Masehi Protestan Umum (GMPU)
  74. Gereja Protestan di Sulawesi Selatan (GPSS)
  75. Gereja Kristen Oikoumene di Indonesia (GKO)
  76. Gereja Sahabat Indonesia (GSI)
  77. Gereja Utusan Pantekosta di Indonesia (GUPDI)
  78. Gereja Protestan Indonesia di Banggai Kepulauan (GPIBK)
  79. Gereja Masehi Injili di Talaud (GERMITA)
  80. Gereja Kristen Abdiel
  81. Gereja Kristus Rahmani Indonesia (GKRI)
  82. Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSSJA)
  83. Gereja Kristus Yesus (GKY)
  84. Gereja Kristen Protestan Injili Indonesia (GKPII)
  85. Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII)
  86. Gereja Protestan Soteria di Indonesia (GPSI)
  87. Gereja Kristen Sangkakala Indonesia
  88. Kerukunan Gereja Masehi Protestan Indonesia (KGMPI)

  PGI Wilayah

Saat ini terdapat 27 Majelis Pekerja Harian (Cabang) PGI Wilayah[4]
  • PGI Wilayah DKI Jaya
  • PGI Wilayah Jawa Barat
  • PGI Wilayah Jawa Tengah
  • PGI Wilayah Jawa Timur
  • PGI Wilayah Sumatera Utara
  • PGI Wilayah Kalimantan Selatan
  • Pelaksana Harian Sinode Am Gereja-gereja di Sulutteng
  • PGI Wilayah Sulselbara
  • PGI Wilayah NTT dan Timtim
  • PGI Wilayah Maluku
  • PGI Wilayah Papua
  • PGI Wilayah Sumatera Selatan
  • PGI Wilayah Kalimantan Barat
  • PGI Wilayah Kaltim
  • PGI Wilayah Lampung
  • PGI Wilayah Bali
  • PGI Wilayah Jambi
  • PGI Wilayah NTB
  • PGI Wilayah Kalteng
  • PGI Wilayah Aceh
  • PGI Wilayah Sumbar
  • PGI Wilayah Riau
  • PGI Wilayah Yogyakarta
  • PGI Wilayah Bengkulu
  • PGI Wilayah Kepulauan Riau
  • PGI Wilayah Banten
Selain menjadi wadah nasional Gereja-gereja di Indonesia, PGI juga menjadi anggota Dewan Gereja-gereja Asia (CCA) dan Dewan Gereja-gereja se-Dunia (WCC)

  Syarat-syarat Keanggotaan

Berikut adalah syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi Anggota PGI:
  1. Mempunyai Tata gereja sendiri memberitakan Firman Allah dan melayani sakramen sesuai dengan kesaksian Alkitab.
  2. Mempunyai Anggota Dewasa yang sudah dibaptis/sidi sekurang-kurangnya 2.000 orang.
  3. Menunjukkan kerjasama yang baik dengan gereja-gereja tetangganya, terutama gereja anggota PGI.
  4. Menyatakan persetujuannya secara tertulis terhadap Dokumen-dokumen keesaan gereja serta kesediaannya untuk melaksanakan semua hal dan kewajibannya sebagai gereja anggota dengan bersungguh-sungguh.
  5. Menyatakan kesediaan mencantumkan "ANGGOTA PGI" di belakang nama gereja yang bersangkutan.

Otak kanan dan debat

Otak kanan dan debat

Orang kanan tidak suka berdebat. Karena pola pikirnya other centric, mencari pola, dan mencari kesamaan. Orang kiri, sebaliknya, keranjingan berdebat. Maklum saja, pola pikirnya self-centric. Sebab itulah, saya lebih suka dianggap salah, kalah, atau bodoh sekalipun, daripada berdebat. Menurut saya, “Lebih baik adu manfaat daripada adu debat.”

Lagi pula, guru saya berpesan, “Mereka yang suka berteriak-teriak itu (maksudnya, suka berdebat) lazimnya belum bisa berbuat apa-apa. Bisanya cuma teriak-teriak saja. Bisanya cuma memutarbalikkan kata-kata saja.” Kalau sudah kepepet, si pendebat malah ‘menyerang’ si individu, bukan pesannya. Tentu saja, dibungkus dengan dalih ‘kritik yang membangun’ dan ‘mengingatkan dalam kebenaran.”

Nah, ini menurut temen saya, Kang Zen:
- Pemain bergerak, penonton berteriak
- Pemain memberi contoh, penonton mencemooh
- Pemain beraksi, penonton mencaci
- Pemain menjalankan taktik, penonton siap mengkritik
- Pemain menciptakan sejarah, penonton menebarkan fitnah

Akhirnya, sampaikan apa yang perlu disampaikan. Beri nasihat. Beri input. Tapi tidak perlu berdebat-debat, apalagi sampai memaksakan pendapat.

SINODE

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sinode (juga dikenal sebagai konsili) adalah pertemuan dalam Agama Kristen, yang biasanya diselenggarakan untuk mengambil keputusan menyangkut masalah doktrin, administrasi atau aplikasi. Sebuah konsili ekumenis dinamai demikian karena merupakan sinode dari seluruh Gereja.
Sinode berasal dari kata Yunani συνοδος, yang berarti sidang atau pertemuan, sinonim dengan kata Latin concilium — "konsili". Mula-mula sinode adalah pertemuan para uskup, dan kata ini masih digunakan dengan makna tersebut di kalangan Kristen Katolik dan Kristen Ortodoks.
Kadang-kadang frase sinode umum atau konsili umum merujuk pada sebuah konsili ekumenis. Kata sinode juga merujuk pada dewan tetap para uskup tingkat atas yang memimpin sejumlah Gereja Ortodoks Timur Otosefalus. Demikian pula halnya, urusan harian Gereja-Gereja Katolik Timur yang dipimpin seorang Patriark dan Uskup Agung Mayor diembankan kepada sebuah sinode tetap.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Penggunaan di berbagai denominasi

[sunting] Gereja Ortodoks

Di lingkungan Gereja-gereja Ortodoks, sinode terdiri atas para uskup dan merupakan sarana utama untuk pemilihan uskup dan penetapan hukum-hukum gerejawi antar-diosis.

[sunting] Gereja Katolik Roma

[sunting] Sinode lokal

Di lingkungan Gereja-gereja ritus Timur sinode mempunyai pengertian yang sama dengan di lingkungan Gereja-gereja Ortodoks.
Di lingkungan Gereja-gereja ritus Latin mempunyai pengertian berikut:
  • Konsili-konsili tertentu,
  • Sinode diosis (keuskupan),
  • Konferensi uskup nasional.
Konsili-konsili tertentu adalah sinode-sinode yang tidak permanen dari para uskup ritus Latin di wilayah-wilayah tertentu. Konsili ini mempunyai dua bentuk: konsili atau sinode lengkap, yang terdiri atas para uskup dari suatu negara dan yang dihimpunkan oleh dua pertiga suara dari konferensi uskup nasional, dan dewan provinsial, yang terdiri atas para uskup dari suatu provinsi gerejawi dan yang dihimpunkan oleh metropolitan dengan persetujuan dari mayoritas uskup yang ada di bawahnya. Para uskup wilayah (termasuk uskup pembantu serta mereka yang bukan uskup yang mengepalai gereja-gereja tertentu di wilayah (misalnya, kepala biara teritorial) dan vikar apostolik) mempunyai hak suara dalam konsili-konsili pleno atau provinsial, meskipun beberapa anggota lainnya dari wilayah yang bersangkutan (seperti misalnya presiden universitas Katolik dan para pejabat gereja curia setempat diundang dan berpartisipasi sebagai penasihat.
Sinode diosis adalah sebuah pertemuan yang tidak permanen dari para rohaniwan dan awam dari suatu gereja di wilayah tertentu, yang diundang oleh uskup diosis sebagai suatu dewan penasihat tentang masalah-masalah legislatif. Hanya seorang uskup (uskup diosis) yang mempunyai hak suara, dan di diosis-diosis yang tidak mempunyai uskup pembantu, ia mungkin merupakan satu-satunya uskup yang menghadiri sinode ini. Para anggota lain dari sinode diosis, termasuk para uskup pembantu yang hadir, hanya bertindak sebagai penasihat, sementara segala keputusan untuk mengeluarkan keputusan hukum diserahkan kepada uskup diosis.
Konferensi uskup nasional adalah sebuah lembaga permanen yang terdiri atas semua uskup ritus Latin di sebuah negara. Para uskup dari gereja-gereja sui juris lainnya dan utusan nuncio Paus menurut hukum tidak termasuk dalam konferensi para uskup, meskipun konferensi itu sendiri dapat mengundang mereka untuk menghadirinya sebagai penasihat atau dengan hak suara (Hukum Kanon 450).
Baik sinode partikular (kan. 445) dan sinode keuskupan (kan. 391 & 466) mempunyai kekuasaan legislatif penuh atas anggota-anggotanya. Hal ini berbeda dengan kekuasaan konferensi uskup nasional, yang hanya mengeluarkan hukum-hukum pelengkap hanya bila diberikan wewenang untuk hal itu oleh dekrit Takhta Suci. Setiap hukum pelengkap harus pula dikukuhkan oleh Takhta Suci (kan. 455).

[sunting] Sinode Umum

Gereja Katolik Roma juga mempunyai dua sinode yang terdiri atas anggota-anggota dari seluruh Gereja:
Sinode Para Uskup adalah sesuatu yang baru dari Konsili Vatikan II, yang diperkenalkan lewat dekrit Christus Dominus. Sinode ini adalah sebuah dewan penasihat Paus, yang anggota-anggotanya terdiri atas para uskup terpilih dari seluruh dunia. Paus berfungsi sebagai presidennya atau menunjuk seseorang sebagai presidennya, menetapkan agendanya, menghimpun, menunda, dan membatalkan sinode, dan dapat pula mengangkat anggota-anggota tambahan ke dalamnya (kan. 344). Para anggota sinode mengungkapkan pandangan-pandangannya mengenai masalah-masalah secara pribadi (artinya, sinode tidak mengeluarkan dekrit atau resolusi), tetapi Paus, atas keputusannya sendiri, dapat memberikan kuasa itu. Dalam hal ini, dekrit-dekrit atau resolusinya disetujui dan dirumuskan oleh Paus sendiri (kan. 343). Sinode Para Uskup ini ditunda apabila Takhta Suci kosong.
Gereja Katolik Roma percaya bahwa sebuah konsili ekumenis adalah sebuah sinode non-permanen
dari semua uskup yang ada dalam persekutuan dengan Paus dan yang, bersama-sama dengan Paus, menjadi pemimpin tertinggi di dunia atas seluruh Gereja Kristen (kan. 336). Paus sendirilah yang mempunyai hak untuk menghimpunkan, menunda, dan membubarkan sebuah konsili ekumenis. Ia sendiri pula yang memimpinnya atau memilih seseorang yang lain untuk mewakilinya dan menentukan agendanya (kan. 338). Apabila Takhta Suci kosong, maka otomatis sebuah konsili ekumenis akan ditunda. Sebelum hukum-hukum dikeluarkan oleh sebuah konsili ekumenis diberlakukan atau sebelum ajaran-ajaran yang dikeluarkan oleh sebuah konsili ekumenis dianggap otentik, semuanya itu harus dikukuhkano leh Paus, yaitu orang satu-satunya yang berhak merumuskannya (kan. 341). Harus dicatat bahwa pandangan tentang konsili ekumenis ini sangat berbeda dengan pandangan-pandangan yang dipegang oleh denominasi-denominasi Kristen lainnya.

[sunting] Gereja Anglikan

Di lingkungan Komuni Anglikan, sinode dipilih oleh para rohaniwan dan awam. Di kebanyakan gereja-gereja Anglikan, ada hierarkhi sinode yang dibagi menurut geografinya, dengan Sinode Umum di puncaknya; para uskup, rohaniwan dan kaum awam bertemu sebagai "kelompok" di dalam sinode.
Sinode diosis dihimpun oleh seorang uskup di dalam diosisnya, dan terdiri atas rohaniwan dan anggota awam yang terpilih.
Sinode dekanat dihimpun oleh Dekan rural (atau Dekan Wilayah) dan terdiri atas semua rohaniwan yang ditunjuk ke masing-masing paroki di lingkungan dekanan, ditambah anggota-anggota awam yang diangkat.

[sunting] Gereja Lutheran

Dalam tradisi Lutheran sinode dapat merupakan suatu wilayah administratif setempat yang serupa dengan sebuah diosis, seperti misalnya Sinode Daerah Minneapolis dari Evangelical Lutheran Church in America (Gereja Lutheran Injili di Amerika), atau menunjuk kepada keseluruhan tubuh gereja, seperti misalnya Lutheran Church - Missouri Synod (Gereja Lutheran - Sinode Missouri, sebuah denominasi Lutheran yang konservatif). Kadang-kadang kata ini juga digunakan untuk pertemuan para pendeta dari sebuah diosis. Dalam hal ini, kata tersebut tidak mengandung makna administratif.

[sunting] Gereja Presbyterian

Dalam sistem pemerintahan Gereja Presbyterian kata sinode adalah tingkat administrasi antara klasis setempat dan General Assembly (Persidangan Umum), sebagai lembaga tertinggi pemerintahannya. Beberapa denominasi menggunakan kata sinode, seperti misalnya Presbyterian Church in Canada (Gereja Presbyterian di Kanada), Uniting Church in Australia (Gereja Bersatu di Australia), dan Presbyterian Church (USA) (Gereja Presbyterian di AS). Namun, sebagian gereja lainnya tidak menggunakan kata sinode sama sekali, dan Gereja Skotlandia membubarkan sinodenya pada tahun 1980-an, lihat Daftar Sinode dan klasis Gereja Skotlandia.

[sunting] Gereja-gereja Reformasi

Di Swiss dan Gereja-gereja Reformasi Jerman Selatan Gereja-gereja Reformasi ditata sebagai gereja-gereja mandiri yang dinamai menurut wilayahnya (mis. Gereja Reformasi Injili Zürich, Gereja Reformasi Berne), sinode mempunyai kedudukan sejajar dengan Persidangan Umum dari Gereja-gereja Presbyterian. Di Belanda, Gereja-gereja Reformasi (dan di kalangan Gereja-gereja Reformasi orang-orang Belanda di Amerika Utara), "sinode" adalah persidangan denominasi yang dihadiri oleh wakil-wakil dari masing-masing klasis setempat.

[sunting] Penggunaan di Kongo oleh Protestan

Di Republik Demokratik Kongo, sebagian besar denominasi Protestan telah bergabung dalam sebuah institusi keagamaan yang dinamai Gereja Kristus di Kongo atau CCC, yang di Kongon sendiri biasa dirujuk sebagai Gereja Protestan. Dalam struktur CCC, sinode nasional adalah persidangan umum dari berbagai gereja yang membentuk CCC. Dari Sinode ini dibentuk sebuah Komisi Eksekutif, dan sekretariat. Ada pula sinode-sinode CCC di setiap provinsi Kongo, yang disebut sebagai sinode provinsi. CCC terdiri atas 62 denominasi Protestan.

[sunting] Beberapa sinode penting